Minggu, 17 Juli 2016

Komik Klasik Si Rase Terbang Jilid 1,2, & 3 karya Hans Jaladara

Komik Si Rase Terbang pertama kali diterbitkan pada tahun 1969 silam. Komik ini merupakan salah satu dari sekian banyak komik klasik karya Hans Jaladara.

Demi memenuhi harapan kolektorkomik Indonesia di seluruh penjuru negeri, maka komik ini dibuat ulang dengan cerita yang lebih disempurnakan.

Semoga dapat memenuhi haraoan pembaca komik klasik Indonesia.

Penerbit

Komik ini dapat diperoleh melalui: maureen.maybelle2@gmail.com 

Terima kasih karena telah mempercayakan ketiga seri komik tersebut untuk mencetak di tempat kami :)

Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

M. RESKY: SEJARAH DAN PEMIKIRAN POLITIK RUSIA, CINA, DAN INDONESIA 1917-1987

Assalamualaikum Wr Wb.
Penulis terkenal Indonesia Pramoedya Ananta Toer pernah
berkata bahwa “orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia
tidak menulis, maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari
sejarah, sedangkan menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Buku
ini saya persembahkan untuk guru saya yang sudah tiada yaitu DR
Singkop Boas Boang Manalu, MA, dosen Sastra Rusia di Fakultas
Sastra Universitas Indonesia. Saya merupakan satu-satunya
asisten beliau di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas
Nasional untuk mata kuliah Sistem Politik Indocina dan Birma
(sekarang Myanmar) tahun 1987. Berkat bimbingan beliau, saya
juga mengajar mata kuliah Sistem Politik Negara-Negara Sosialis
Komunis di FISIP Universitas Nasional tahun 1987 sd 1989.
Dari beliau saya mendapatkan banyak ilmu mengenai pemikiran
dan teori Filsafat Sosialisme, Marxisme, Leninisme, Stalinisme,
Maoisme, Hoisme dll secara mendalam.

Sebenarnya sebelum beliau berangkat ke Leiden, Belanda
untuk mengambil S2nya tahun 1989, beliau sempat mengatakan
bahwa setelah pulang nanti, maka beliau akan membantu saya untuk
membuat buku mengenai Sistem Politik Sosialis Komunis yang
akan dipakai di FISIP Universitas Nasional. Tapi karena kesibukan
beliau setelah pulang dari Belanda karena harus kembali mengajar
di FSUI dan juga kuliah S3, sedangkan saya diberhentikan sebagai
dosen tetap di FISIP UNAS tahun 1998 karena lebih memilih
menjadi Asistant Training Manager di PT Angkasa Pura II, maka
hubungan kami terputus. Walaupun demikian kepada beliau saya
tetap berhutang budi dan mengucapkan terima kasih saya yang
dalam dan juga untuk keluarga beliau.

Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak
DR Mohammad Noer, MA karena berkenan memberikankan kata
pengantar dalam buku ini. Menulis buku ini mengingatkan saya
kembali pada waktu menjadi dosen di FISIP Universitas Nasional
tahun 1987 sd 1997. Suasana di Program Studi Hubungan
Internasional yang menyenangkan pada waktu itu, membuat
saya merasa nyaman dalam mengajar mata kuliah; Sistem Politik
Indocina Dan Myanmar, Teori Politik Negara-Negara Baru,
Pemikiran Politik Barat dan Politik Luar Negeri RI. Disamping itu,
saya juga aktif menulis di Majalah Ilmu Dan Budaya Universitas
Nasional dari tahun 1986 sd 1993. Tak lupa Kepada rekan-rekan
dosen antara lain DR Firdaus Syam, MA, DR TB Massa Jaafar,
MSi, DR AF Sigit Rochadi, MSi, Drs Alfian Muthalib, MA, Drs
Arly Budiono, M.Phil, Drs Harun Umar, MSi, Drs Reuspatyono,
MA dan Drs Hari Zamhari MSi, saya juga berterima kasih atas
dukungan mereka dalam pembuatan buku ini. Sebagai kata akhir,
saya mengucapkan banyak terima kasih kepada penerbit Halaman
Moeka yang telah menerbitkan buku ini.
Sebagai hamba Allah yang dhoif, saya mengakui buku ini
mempunyai banyak kekurangan karena Kesempurnaan hanya milik
Allah SWT. Sekian dari saya dan semoga buku ini bermanfaat bagi
yang membacanya, Amin. Terima kasih dan Wassalamualaikum
Wr Wb.

Tangerang, Februari, 2016

Muhammad Resky

Buku daoat diperoleh melalui: ekkym58@gmail.com 


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

Biografi Perjuangan: Pangeran Ario Senopati Awang Long: DINSOS KALTIM

“Hanya bangsa yang menghargai jasa-jasa
pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang
besar”, demikian kata Soekarno. Artinya, dengan
mengetahui dan meneladani epos para pahlawan,
ada nilai-nilai luhur yang dapat dipetik, dengan
begitu jiwa rela berkorban dan cinta Tanah Air
dapat tertanam dalam benak setiap insan bangsa
Indonesia, utamanya generasi muda.1
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Tuhan
yang maha esa atas segala rahmat dan inayahnya
kepada kami sehingga dapat merampungkan buku
Biografi Perjuangan Pangeran Ario Senopati Awang
Long ini.
Buku Biografi Perjuangan Pangeran Ario
Senopati Awang Long ini adalah merupakan hasil
kerja keras dari penelitian penulis, baik yang
bersumber dari buku-buku kajian terdahulu
yang ditulis oleh sejarawan lokal Kalimantan
Timur, penulis nasional dan penulis-penulis asing
maupun penuturan ingatan kolektif dari para sepuh
kesultanan, masyarakat sejarawan Kutai sampai
kepada para keturunan Pangeran Ario Senopati
Awang Long yang tentunya mereka-mereka yang
memahami riwayat perjuangan almarhum.


Berbicara tentang sosok Pangeran Ario
Senopati Awang Long berarti berbicara tentang
sebuah momentum sejarah. Sebuah sejarah,
apapun namanya, apapun momentumnya,
siapapun pelakunya, sebesar apapun kualitas
konvensionalnya, dapat dipastikan mempunyai
“Harga”. “Harga” yang terkandung didalam sebuah
sejarah dapat dipastikan sangatlah mempunyai
“Nilai”, “Nilai “ yang merupakan residu dari
keseluruhan sejarah itu sendiri. “Nilai” yang tidak
dapat disangsikan dapat menjadi “Nilai-Nilai” baru
dan lebih berharga ketika generasi setelahnya mau
belajar banyak dari sejarah tersebut. “Nilai” yang
boleh jadi adalah warisan dari para pahlawan yang
diperuntukkan demi kebesaran dan kemajuan
generasi penerusnya. Karena pada dasarnya segala
sesuatu yang mempunyai “Harga” dan “Nilai“ adalah
sebuah pelajaran yang tidak dapat dibatasi takaran
kwalitasnya secara kwantitatif.
Untuk menanamkan segala “Harga’ dan
“Nilai” dalam suatu sejarah, suatu ikon sejarah
tersebut sangat dibutuhkan untuk tampil pada
masa generasi penerusnya yang akan dapat terus
tertangkap oleh segenap indra generasi penerus
tersebut tanpa pernah hilang dan lenyap ditelan oleh
waktu dan ruang yang senantiasa terus bergerak.
Ikon yang diperlukan adalah sosok pelaku sejarah
tersebut, momentum sejarahnya atau instrumen
yang terdapat pada momentum sejarah tersebut.

Pada akhirnya, spirit atau ruh dari sejarah tersebut
akan melebur dalam kehidupan sosial para generasi
penerus yang merupakan pewaris sejarah dari para
pendahulunya.2
Bagaimana dahsyatnya spirit perjuangan yang
melekat di hati para pejuang bangsa ini. Nyawa dan
harta benda tak ada harganya saat itu, perjuangan
melawan penindasan imperialisme dan kolonialisme
barat yang ingin menguasai negeri ini terus
bergemuruh dihati para pejuang-pejuang negeri
ini. Laki-laki, perempuan tak ada bedanya, semua
pantas dan ingin berdiri di depan untuk mengangkat
senjata mengusir penjajah.
Tiada pilihan lain kecuali melawan, hidup
atau mati sekalipun, itu sama saja demi sebuah
perjuangan. Kalimat ini bukan isapan jempol
belaka, seperti yang terjadi pada diri Pangeran Ario
Senopati Awang Long, dengan dihujani meriam dan
mortir, Pangeran Ario Senopati Awang Long dan
pasukannya telah perjuangan mengangkat senjata
di bumi Kutai. Ketika t’Hooft membumi hanguskan
Tenggarong, almarhum meladeni gempuran
pasukan Belanda dan bertahan di balik tumpukan
kayu ulin yang besar-besar yang sengaja dibuat
sebagai benteng pertahanan di pinggir sungai
dekat sungai kecil (Tenggarong kecil) menuju Istana
kesultanan Kutai, sampai titik darah penghabisan.
2 Merah Putih berbalut Sutra Mandar, Safardy Bora & Syawal
Opung, Hal.1

Walaupun benteng yang setinggi empat meter yang
baru terbangun sejak kepindahan kota kesultanan
dari Pemarangan ke Tenggarong rubuh dan luluh
lantah. Pangeran Ario Senopati Awang Long dan
pasukannya tetap bertahan di sana sampai akhirnya
tertimpah badan tembok yang rubuh akibat dihujani
serangan pasukan Belanda yang membuatnya
menghembuskan napasnya yang terakhir dan gugur
sebagai kesuma bangsa.
Realita, dinamika dan fakta sejarah yang telah
menjadi catatan kepahlawanan Pangeran Ario
Senopati Awang Long merupakan Fenomena dari
sebuah substansi yang teresidu dari perjuangannya,
Fenomenanya adalah betapa suatu semangat yang
lahir dari suatu budaya dapat begitu besarnya
menghasilkan sebuah spirit nasionalisme yang tidak
dapat dirubuhkan bahkan oleh gempuran moncong
meriam dan bedil sekalipun.
Sebuah alasan klise mungkin dapat dilemparkan,
yaitu seorang Pangeran Ario Senopati Awang Long
dan sebuah komunitas masyarakat di Kutai telah
memberi contoh yang sangat berharga untuk
menepis segala alasan di atas. Tidak ada suatu
alasan apapun untuk tidak terbentuknya semangat
Nasionalisme, dengan bungkusan bernama budaya,
suatu spirit Nasionalisme lahir dengan gegap
gempitanya.
Untuk itu sangatlah layak sebuah ikon yang
berasal dari Kutai Kartanegara dihadirkan sebagai

ikon Nasional dengan berdasarkan segala pelajaran
di atas. Untuk itu pula Pangeran Ario Senopati
Awang Long adalah merupakan ikon yang beralasan,
karena sebagai seorang Panglima Sepangan Raja
Pangeran Ario Senopati Awang Long merupakan
representasi dari masyarakat Kutai Kartanegara
secara keseluruhan.
Pangeran Ario Senopati Awang Long telah
memberi bukti nyata kepada bangsa ini, bahwa
dengan semangat yang lahir dari konsep piramida
budaya dapat menghasilkan spirit nasionalisme
demi mempertahankan kehormatan bangsa ini.

Samarinda, 10 April 2016
Penulis


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

Muh. Ikhsan: Gugah Potensi - Cara & Sarana Praktis Bagi Pencapaian Kualitas Peserta Didik

KATA PENGANTAR
Sebelum berpulang ke Rahmatullah dan setiap orang pasti akan mengalaminya, serta sepanjang masih hidup dan bergerak dalam ikatan ruang dan waktu dunia, AL-Hamdulillahi Rabbil Alamiin adalah salah satu kalimah yang pantas senantiasa terpatri dalam benak kita masing-masing khususnya penulis atas selesainya desain praktis analogis karangan ini yang berjudul “Gugah Potensi, cara dan sarana praktis bagi pencapaian kualitas akademik peserta didik”. Seraya tak lupa mengirim salam kepada Rasulullah Muhammad SAW. Karena melalui Beliaulah konsepsi ilmu pengetahuan yang sebenar-benarnya mengandung kebenaran yang tidak memiliki keraguan.

Disebut konsep praktis yang berfungsi analogis, karena sebagian bahasan yang tercakup di dalamnya masih bersifat analogis namun praktis dalam arti bersifat sederhana dan mudah dilakukan meskipun menggunakan pendekatan matematis terkait penjabarannya. Dengan demikian kebenaran yang dikandungnya masih bersifat relatif. Sedaya upaya penulis usahakan untuk sampai kepada kebenaran universal, tetapi demikian itulah kualitas nilai-nilai potensi penulis miliki dan demikian itulah batas derajat kompetensi yang dapat penulis tuangkan dengan tujuan untuk menggugah potensi dalam rangka mencapai kualitas nilai-nilai keilmuan peserta didik.

Bahwa sumber kemampuan manusia dalam arti peserta didik yang bersifat permanen adalah fitrah atau Ahmad Amin, (1987) menyebutnya natuur pertama kemudian dalam tulisan ini disebut potensi yang siap berkembang dan diyakini mengandung nilai potensi atau natur kedua yang tercakup di dalamnya kualitas nilai-nilai yang bersifat tumpang tindih antara satu nilai dengan lainnya. Termasuk watak dan karakter juga terliput di dalamnya.

Agar potensi tersebut dapat berkembang baik, maka jalan yang pantas dilalui pertama kali adalah layanan pendidikan atau proses pembelajaran akademik. Bahwa istilah peserta didik tersebut
Gugah Potensi,
Cara dan Saran Praktis bagi Pencapaian Kualitas Akademik Peserta didik dipergunakan karena maknanya mencakup semua orang yang ingin mengembangkan potensinya dan tidak mengenal batas usia. Demikian pula dengan istilah layanan pendidikan dipergunakan karena cakupannya serba merembes, tidak hanya terbatas pada ruang dan waktu sekolah tetapi penyelenggaraan pendidikan dalam arti luas, dan khususnya kepada guru karena memang tugas utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didiknya, yaitu mencakup segala aspek yang melingkupi peserta didik tersebut termasuk bersedia meluangkan waktu diluar jam wajib di sekolah dalam rangka transformasi dan pembelajaran akademik yang menggunakan ilmu pengetahuan sebagai landasannya. Lebih jauh dari itu bahwa makna layanan pendidikan dan peserta didik dalam rangka mencari ilmu tidak mengenal batas waktu. Artinya, bahwa layanan pendidikan dan peserta didik dalam tulisan ini hanya dibatasi oleh ruang dan waktu liang lahat, bukan dibatasi oleh ruang dan waktu rumah ke sekolah atau sebaliknya dari sekolah kembali ke rumah.
Tulisan ini digagas dengan tujuan untuk menggugah potensi peserta didik dalam rangka pencapaian kualitas nilai-nilai keilmuan melalui system akademik. Peserta didik, tidak hanya yang belajar di bangku sekolah akan tetapi siapapun orang yang sedang belajar. Oleh karena itu tulisan ini cocok bagi siapapun utamanya kepada mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada Penerbit HALAMAN MOEKA yang bersedia menerbitkan sekaligus menyebarluskan karangan ini.
Terakhir, Terima kasih yang tak terhingga dan ikhlas penulis sampaikan kepada kedua orang tua penulis, Bapak Ibrahim Bin Samaila dan Ibunda Siti Hasanah Binti Lira yang selama ini mendidik dan membesarkan penulis sehingga tahu secuil makna sesuatu yang bermanfaat lagi bernilai baik. Tak lupa, Adik-adikku yang tercinta Iwan, Arsyid (Alm) Rahma (Almh) Jamil, Junaid, Anak kemanakanku Hendra dan Hendri. Melalui tulisan ini, teriring do’a Ummul Kitab buat kedua adik yang telah lebih dulu dipanggil Yang Kuasa Allah Swt. dan buat adikku yang masih hidup melalui tulisan ini pula kanda sampaikan teruslah berjuang demi seberkas cahaya penerang hidup
Gugah Potensi, Cara dan Saran Praktis bagi Pencapaian Kualitas Akademik Peserta didik
dan semoga tulisan ini mengandung setitik kebenaran sehingga menjadi ladang kebaikan buat kita semua. Terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada istri dan anakku tercinta, Sitti Raodah, S.Pd., dan Saadillah Yusuf Al Ghifari buah hati kami yang pertama, tiada yang dapat saya berikan kepadamu anakku selain karangan singkat ini. Bapak hanya menaruh harapan kepada Allah Swt. Semoga tetap melindungi dan memenuhi segala kebutuhan kita semua, Amin.
Dan kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu per satu yang telah memberikan sumbangan pemikiran inovatif sehingga tulisan ini dapat terselesaikan dengan baik.
Semoga tulisan tangan ini menorehkan sesuatu yang bermanfaat, meskipun eksistensinya masih jauh dari kebenaran dan kesempurnaan. Dan dalam rangka mereduksi ketidakbenaran untuk menuju kebenaran yang bersifat universal dan ketidaksempurnaan untuk mendekati kesempurnaan, maka kritik dan saran atau masukan yang membangun, kepada semua pihak sangat diharapkan.

Bontang, 01 Januari 2016
Penulis


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

Muh. Ikhsan: Infaq, Shalat Berjamaah ...

Segala puji bagi Allah Swt. Tuhan seruh sekalian alam,
Tuhan seluruh makhluk, Tuhan yang wajib disembah oleh
siapapun. Yang memberikan sekaligus membatasi rezeki
kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seiring dengan itu,
shalawat dan salam selalu kita sampai kepada junjungan kita
Nabi Muhammad Saw. semoga Allah Swt. menempatkannya
pada tempat yang terpuji lagi mulia. Dan semoga dengan
shalawat dan salam yang selalu kita sampaikan kepada Beliau
dapat menjadi jembatan terbetiknya syafaat kelak di hari
kemudian. Amin.
Berlomba untuk meraih pahala merupakan cirikhas
kehidupan para sahabat. Abu Dzar Al-Ghifari ra. Meriwayat
hadits Rasulullah, sebagai berikut:
Dari Abû Dzar: Sesungguhnya sebagian dari para sahabat
berkata kepada Nabi : “Wahai Rasûlullâh, orang-orang kaya
lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat
sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami
berpuasa, dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta
mereka”. Nabi bersabda: “Bukankah Allâh telah menjadikan
bagi kamu sesuatu untuk bershadaqah? Sesungguhnya
tiap-tiap tasbih adalah shadaqah, tiap-tiap tahmid adalah
shadaqah, tiap-tiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada
kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah
shadaqah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu
(dengan istrinya) adalah shadaqah“. Mereka bertanya:
“Wahai Rasûlullâh, apakah (jika) salah seorang di antara kami
memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah
menjawab: “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi
syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika
ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat
pahala”. (HR Muslim).
Bahwa tulisan yang berjudul Infaq, Shalat Berjamaah,
Bangsaku, Jagalah ….. disadur dari konsep pendidikan dan
latihan yang berjudul “Pengaruh Pendidikan dan Latihan

Berinfaq yang terintegrasi pelaksanaannya dengan Shalat
Berjamaah di Masjid terhadap usaha memakmurkan masjid,
revolusi mental, pengentasan kemiskinan, pemberantasan
ajaran sesat menyesatkan, penyakit-penyakit social masyarakat
untuk meraih kesejahteraan hidup yang lebih berkualitas” ini
semoga dapat menjadi acuan dalam rangka mengamalkan
nilai-nilai ajaran Islam terutama yang berkenaan dengan shalat
berjamaah dan infaq. Sebab berdasarkan keterangan al-Qur’an
maupun Hadits bahwa melaksanakan shalat berjamaah dan
infaq yang dikeluarkan pasti mendapat ganjaran, tidak hanya di
dunia ini tetapi terlebih lagi di hari kemudian. Bahwa berinfaq
itu tidak hanya untuk orang – orang yang berkecukupan, tetapi
juga untuk semua orang yang ingin memperbaiki diri dan
kehidupannya ke tarap yang lebih maju dan beradab.
Bahwa dalam tulisan ini juga, penulis membangun satu
pola tertentu yang tidak sulit dilakukan oleh siapapun. Pola
tersebut diuraikan secara rinci pada bagian “Pendidikan dan
latihan berinfaq,”. Meskipun sebenarnya bahwa infaq itu
dikeluarkan oleh siapa saja, dimana dan kapan saja tanpa perlu
pola tertentu. Tetapi dalam tulisan ini, justeru hal itu menjadi
persyaratan yang harus dilakukan. Mengapa demikian? Sebab
berdasarkan pengalaman penulis, bahwa berinfaq dengan
pola tertentu tersebut justru banyak hal yang dijumpai seperti
termuat pada bagian tantangan dan masa transisi.
Bahwa apa yang selama ini kita lakukan ternyata masih
lebih banyak kelirunya dari pada benarnya. Diketahui juga
bahwa sesungguhnya kita manusia benar-benar tidak mengenal

adanya kepuasan. Iman tergadai hanya karena sejumlah harta
yang sedikit.
Pada hari pertama sekali dalam proses latihan berinfaq
yang menggunakan perhitungan sebagaimana penulis
maksudkan sebagai pola tertentu, kesan atau kalimat atau
pernyataan pertama yang muncul pada saat itu adalah gejolak
ketidakpercayaan atas dasar perhitungan infaq yang diketahui
perolehan nilainya sangat besar jauh melampaui dari sejumlah
infaq yang dikeluarkan. Tetapi nilai-nilai dari perhitungan itu
tidak nyata. Kita menyebut tidak nyata karena perhitungan
infaq yang dikeluarkan tersebut hanya dalam bentuk angkaangka.
Hal inilah kemudian penulis sebut sebagai pertarungan
keimanan, sekaligus menjadi ukuran kadar keimanan kita
kepada Allah Swt. segera setelah itu, apabila melewati fase
ini, maka variable lain yang akan muncul seperti “takut
kehabisan uang, takut jatuh miskin”.
Selanjutnya, bahwa tulisan ini dibuat dalam bentuk
sederhana dengan bahasa yang sederhana. Hal ini dilakukan
agar yang membacanya dapat dengan mudah memahami isi
dan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, tulisan ini
cocok dibaca oleh siapa saja.
Terima kasih penulis sampaikan kepada Penerbit yang
telah bersedia menerbitkan buku kecil ini sehingga dapat
tersebar hingga akhirnya sampai ke tangan pembaca.
Kemudian, terima kasih yang tak terhingga penulis
sampaikan kepada kedua orang tua penulis Ibrahim dan Sitti

Hasanah, berkat jerih payah mereka berdua, memelihara,
membesarkan, dan menyekolahkan penulis sehingga
mengetahui secercah kebenaran. Ucapan terimakasih sebagai
tanda bakti penulis kepada kedua orang tua penulis, meskipun
sesungguhnya ucapan itu tidaklah cukup, tetapi itulah yang
mampu penulis lakukan. Semoga Allah Swt senantiasa
memeliharanya, menjaganya, melindunginya, merahmatinya
dengan mencukupi kebutuhan hidupnya, memberinya
kesehatan prima jauh melebihi dari apa yang mereka berdua
lakukan terhadap penulis. Amin yaa rabbanaa.
Demikian pula, terima kasih penulis sampaikan kepada
adik-adik penulis, baik yang masih hidup maupun yang telah
lebih dulu dipanggil oleh Allah Swt. berkat mereka semua,
penulis menjadi sadar bahwa persaudaraan itu sungguh
sangat tak ternilai harganya. Penyambung kasih sayang dan
jalan untuk memperpanjang umur. Kepada adik penulis yang
telah lebih dulu berpulang kerahmatullah, penulis kirimkan
al-Fatihah dan yang masih hidup, penulis berpesan bahwa
teruslah berjuang demi mencapai keselamatan hidup dunia
dan akhirat.
Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan
kepada istri saya tercinta, Sitti Raodah, S.Pd. yang senantiasa
setia menemani penulis dalam suka maupun duka, susah
maupun senang. Semoga Allah Swt melapangkan rezekinya,
memeliharanya sehingga menjadi isteri yang shalehah.
Khusus kepada anak saya Saadillah Yusuf Al-Ghifari, bahwa

tidak ada materi yang Bapak dapat berikan selain buku
kecil ini dan mudah-mudahan menjadi pegangan hidup kita
dalam mengarungi kehidupan ini bersama. Menjadi jembatan
terkuaknya rahasia infaq yang terpadu dengan pelaksanaan
ajaran agama yang lain terutama shalat berjamaah di masjid.
Mesjid menjadi makmur, umat pun menjadi kaya; kaya iman,
ilmu dan harta.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh
handai tolan, sahabat, teman-teman yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu di sini atas masukan dan saran yang
membangun sehingga tulisan ini dapat terselesaikan dengan
baik.
Bahwa penulis telah berusaha sesuai kemampuan yang
ada untuk menyusun buku kecil ini, namun tetap saja masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh kerena itu, untuk mendekati
kempurnaan, maka kritik dan saran yang membangun kepada
semua pihak sangat diharapkan.
Semoga Allah Swt senantiasa meridhai usaha kita
semua. Amin.

Penulis


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

Kumpulan Puisi: Kita Dalam Kata - karya Mahasiswa Muhammadiyah Tangerang, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikanBuku Antologi Puisi ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa merindukan cinta dan kasihnya ini bisa menuangkan bait-bait sederhana ini di atas kertas putih berlumur kerinduan dengan tinta kedamaian, sehingga bisa dinikmati oleh pembaca yang budiman.
Buku ini disusun untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah yaitu Teori Sastra. Banyak kendala yang di alami dalam penyusunan buku Antologi Puisi ini, tapi berkat bantuan dari teman-teman kelas B2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang Angkatan 2015/2016 dan para dosen, terutama kepada ibu Enung Nurhayati, P.Hd akhirnya buku Antologi Puisi ini dapat terselesaikan, tanpa bimbingan dari beliau mungkin buku ini tidak akan selesai.
Berbicara soal puisi memang banyak sekali jenis-jenis puisi  apa lagi di jaman yang sekarang ini, banyak bermunculan genre-genre puisi baru yang tidak harus terikat dengan unsur-unsur yang seharusnya terdapat dalam puisi. Para penyair pada saat ini bisa lebih leluasa dalam mencurahkan ide-ide atau gagasan mereka ke dalam sebuah puisi tanpa harus merasa terkekang dengan aturan yang ada.Pada zaman yang modern ini, para penyair dimudahkan dengan adanya teknologi yang serba digital.mereka sangat mudah dalam mempublikasikan karya-karya mereka, contohnya saja melalui media sosial. Dengan adanya perkembangan teknologi yang cukup pesat, banyak sekali bermunculan para pengarang dan penyair muda dan berbakat yang bermunculan.Mereka sangat terbantu oleh adanya teknologi untuk dapat mempublikasikan karya-karya mereka, dan hal itu juga kami rasakan pada penyusunan buku ini.
Kami sangat gembira bisa mempersembahkan sebuah karya walau jauh dari indah dan sempurna ini bagi Anda pembaca yang budiman.Dengan berharap bisa belajar ketulusan hati, kami berkarya.Lika-liku dan pahit-getir kehidupan dalam pencarian cinta mewarnai lembar demi lembar buku ini yang menjadikan perasaan bergelombang, kadang senang, kadang sedih, kadang ceria, kadang berduka.Mereka datang silih berganti menghiasi perjalanan panjang hidup ini.
Buku Antologi Puisi yang pertama kami buat ini berisi tentang curhan dan ungkapan hati dari teman-teman kelas B2 dengan tema bebas, sehingga penyair dapat lebih menuangkan ide-ide, curahan dan ungkapan hati mereka lebih luas dan mendalam. Puisi yang terdapat dalam buku ini sangat beragam mulai dari percintaan, politik, pengalaman hidup, dan ungkapan hati si penyair.Banyak sekali puisi-puisi yang menarik dalam buku ini yang dapat di nikmati oleh para pembaca.Walaupun mayoritas penyair yang terdapat dalam buku ini terbilang baru, tapi karya-karya mereka sangat inspiratif dan layak untuk di nikmati bagi para pembaca.
Kami ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam pembuatan buku ini.Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi para pembaca maupun bagi kami sendiri. Sebelumnya kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dalam penyusunan buku ini, kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam buku ini, untuk itu kami mengharapkan tegur, sapa, kritik dan saran demi perbaikan yang akan datang.



Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

Novel karya Novia Rizanty: Istri Kedua

Prolog

Hari Kamis malam, Viera, wanita cantik berusia 31 tahun, pengusaha butik dan salon,terlihat sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah jamuan bisnis.
"Nyonya, tolong lapor polisi! Di dalam mikrolet itu sepertinya sedang terjadi kejahatan, Nya. Saya kasihan sama cewek yang ada di dalam. Tadi saya lihatdiadipegang-pegang dua premanitu, terus dia marah dan ingin turun. Sekarang mulutnya malah dibekap dan kedua tangannya dikunci oleh salah seorang preman itu. Preman yang satunya sedang berbicara dengan supir, kayanya mereka sekongkol deh, Nya."Arif, supir Viera, menerangkan kejadian di dalam mikrolet yang baru saja disaksikannya.
"Kamu yakin, Rif?" tanya Viera. Ia yang tadinya sibuk dengan iphonenya akhirnya menajamkan penglihatannya ke arah depan.
"Iya Nya, tuh lihat, gadis itumeronta-ronta,"tunjuk Arif yakin.
"Ok, kamu ikutin terus Rif!Saya mau hubungi Mas Rangga,"titah Viera kepada Arif. Rangga adalah kakak sepupu Viera yang merupakan petinggi di Polda.
Viera : Halo, Mas Rangga, kalau Vie mau melaporkan kejahatan yang lagi berlangsung teleponnya kemana ya?
Rangga:Hah?Kamu kenapa Vie? Kasih tahuaja dimana, nanti Mas suruh anak buah Mas kesana.
Viera : Bukan Vie Mas, ini di depan mobil Vie, ada cewek di dalam mikrolet kayanya mau dilecehin. Mobil Viengikutin mikrolet itu dari belakang
Rangga: Ok Vie, di iphone kamu ada GPSnya kan?
Viera : Iya ada Mas
Rangga: Dihidupkan aja terus ya Vie, bantuan segera datang. Kamu hati-hati, jangan bertindak sendiri.
Viera : Iya Mas, terima kasih ya.
Rangga: Sama-sama Vie.
Dua puluh menit kemudian polisi mengepung mikrolet itu untuk menghentikan aksi kejahatan di dalamnya.
Dari dalam mobilnya Viera bisa melihat seorang gadis yang gemetar ketakutan, keluar dari mikrolet itu dibimbing oleh seorang polisi. Di belakang gadis itu polisi memegangi dua orang preman berbadan besar dengan tubuh penuh tato dan seorang lelaki yang merupakan supir mikrolet itu.
Viera turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.
"Kamu nggak apa-apa, Dek? Apa mereka sempat melecehkan kamu?"tanya Viera, sambil memperhatikan tubuh mungil di depannya. Wajah gadis ini sangat cantik walau tanpa dipolesmake up.
"Alhamdulillah, Allah masih menolong saya. Saya diberitahu Pak polisi, kalau Ibu yang melaporkan kepada mereka. Saya mau berterima kasih kepada Ibu. Saya nggak tahu bagaimana nasib saya kalau nggak ada Ibu. Semoga Allah membalas kebaikan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda. Saya sangat berhutang budi pada Ibu," tutur gadis itu dengan suara gemetar.
"Aamiin. Oya nama kamu siapa Dek?" tanya Viera lagi.
"Nama saya Elena Bu," jawab gadis itu.
"Elena, nama saya Viera, panggil aja Mbak Vie. Kalau ibu, saya jadi merasa setua ibu kamu," kekeh Viera.
Elena ikut tersenyum, "baiklah Bu, eh Mbak Vie. Terima kasih banyak ya Mbak."
Sejak peristiwa itu Viera mengajak Elena bekerja di butiknya sebagai staf keuangan dan tinggal di rumahnya. Elena juga merangkap sebagai asisten dan orang kepercayaan Viera.

Dapatkn bukunya melalui: novi_mandiri@yahoo.com


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

Senin, 02 Mei 2016

Masalah-Masalah Operasi Bandara - Drs Muhammad Resky, MSi

Buku ini berisikan tiga puluh tigabuah tulisan saya yang sudah dimuat di Majalah Populer, Majalah Ilmiah, Tabloid Penerbangan dan Jurnal Ilmiah dari tahun 2000sd 2015.  Adapun ide membuat buku ini datang dari teman-temanpengajar STPI Curug Program Studi D3 Operasi Bandara (OBU) terutama bapak Solihin, S.Ap, MSikarena Prodi OBU masih kekurangan buku referensi mengenai Airport Operation dan kalaupun ada masih terbitan luar negeri dan dalam Bahasa Inggris.

Pertama-tama penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dekan Fakultas Pariwisata Dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang, bapak Drs Zalzulifa, MPd yangberkenan memberikan kata pengantar dalam buku ini. Kepada teman-teman dari Jurusan Penerbangan Fakultas Parinkraf, penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya.

Buku ini juga untuk mata kuliah Airport Operation Program D1 dan D3 Program Studi Groundhandling Dan Cargo, Fakultas Parinkraf Universitas Muhammadiyah Tangerang.  Terakhir, kepada penerbit Halaman Moeka, penulis mengucapkan terima kasih atas diterbitkannya buku ini. Mudah-mudahanbuku ini bermanfaat, terima kasih dan Wassamualaikum

Tangerang, 10 Mei, 2015,
Muhammad  Resky



KATA  PENGANTAR
Drs Zalzulifa, MPd
Dekan Fakultas Pariwisata Dan Industri Kreatif
Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Buku yang berjudul Masalah-Masalah Operasi Bandara ini merupakan kumpulan tulisan yang di karang oleh bapak Drs Muhammad Resky, MSi dan merupakan buku pertama yang dihasilkan oleh dosen Jurusan Penerbangan Fakultas Pariwisata Dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang. Adapun isi dari buku ini memuat antara lain peran dari unit-unit Operasional Bandara terutama di Bandara Internasional Soekarno Hatta tempat ybs berdinas selama 25 tahun dan 10 tahun di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma. Adapun unit-unit yang berperan dalam Operasional Bandara antara lain unit Sentra Operasi Terminal dimana unit ini berfungsi untuk menyiapkan parkir pesawat yang datang dan ruang tunggu penumpang. Unit Airport Information selain berfungsi sebagai tempat bertanya publik dan penumpang, juga berperan sebagai Customer Service bagi yang mempunyai masalah di bandara. Apron Movement Control adalah unit yang mengawasi kawasan Apron selain melayani operasional Garbarata, unit Terminal Inspection berfungsi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban bandara. Sedangkan Unit Airport Security dan Airport Safety berfungsi dalam Pengamanan Dan Keselamatan Penerbangan di Bandara.Officer In Charge pula dalam tugasnya bertindak sebagai kepala bandara di luar jam kantor dan pada hari-hari libur.

Selain peran dari unit-unit Operasional Bandara, buku ini juga membahas peran dari Air Traffic Control dalam mengatur pesawat dan juga peran dari Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina dimana unit CIQ ini merupakan persyaratan penting bagi bandara internasional untuk penerbangan internasional. Disamping itu, penulis juga membahas mengenai masalah Pariwisata dalam tulisannya “Keberhasilan Pariwisata Malaysia” dimana negara jiran kita itu berhasil menggait wisatawan asing ke negaranya dengan semboyan “The Truly Asia”. Dalam tulisannya “Tangerang dan Soekarno Hatta” penulis juga memaparkan hubungan antara Pemerintah Tangerang dan status Bandara Soekarno Hatta dimana bandara Soekarno Hattalah yang membuat kota Tangerang ini maju yaitu dari kota Administratif menjadi Kota Metropolitan, sama dengan Jakarta dan Bandung, tetapi sayangnya objek-objek wisata yang terdapat di KotaTangerang ini belum tertata dengan rapih.  

Buku ini juga membahas masalah profesionalisme dan generalisme dan gelar profesi dan akademik dimana gelar akademik lebih popular dari gelar profesi karena gelar profesi mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dari gelar akademik.Sekarang ini gelar akademiklah yang dikejar seperti S2 dan S3 karena sangat diperlukan untuk meraih jabatan struktural termasuk juga dalam dunia akademik.Sedangkan gelar profesi merupakan pengakuan atas kecakapannya dalam suatu bidang tertentu terutama dalam dunia penerbangan.Profesionalisme dalam dunia penerbangan selain membutuhkan gelar profesi, juga dibutuhkan pengalaman (jam terbang) dan lisensi kecakapan.

Akhirnya saya menyambut baik buku yang dikarang oleh bapak Muhammad Resky ini untuk mata kuliah Airport Operation di Program Studi Groundhandling Dan Cargo, Jurusan Penerbangan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif UMT dan semoga buku ini juga dapat menjadi pemicu bagi dosen-dosen lain baik di Jurusan Penerbangan, Jurusan Pariwisata dan Jurusan Industri Kreatif untuk membuat buku di bidangnya masing-masing dan paling tidak tulisan baik berupa jurnal maupun artikel.

Tangerang, 18  Mei 2015,
Drs Zalzulifa, MPd
Dekan Fakultas Pariwisata Dan Industri Kreatif
Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Buku ini bisa didapatkan melalui penulis di: Muhammad Resky <ekkym58@gmail.com>