Rabu, 29 Februari 2012

Dongeng Kampung Kecil - Nursalam AR

PENGANTAR PENULIS

Kumpulan cerpen (kumcer) “Dongeng Kampung Kecil” yang memuat 15 cerpen ini, secara umum, berkisah tentang pergulatan manusia dengan lingkungannya di sebuah kampung kecil bernama Jakarta.

Ibukota Republik Indonesia ini secara lahiriah adalah sebuah kota besar dengan segala kelengkapan fasilitas sosial dan umumnya. Namun, sejatinya, Jakarta adalah kampung kecil dengan segala sifat kekampungannya (ketidaktertiban, ketidakdisiplinan dll).

Sesuai judul dan filosofi di atas, cerita-cerita yang diangkat dalam kumcer ini bersumber dari keseharian pergulatan manusia Jakarta dalam mempertahankan hidup dan budayanya. Karena letak “kampung kecil” bernama Jakarta itu sebagai sentral kekuasaan maka kerap gejolaknya menjadi berita di seantero nusantara, seperti kasus peledakan bom atau perebutan kekuasaan.

Cerpen-cerpen dalam kumcer ini bertutur mulai dari persaingan antara para guru ngaji, banjir tahunan di Jakarta, keikhlasan hati penjual mie, perjuangan hidup anak perantauan, lesbianisme, keriuhan keseharian kereta api hingga kegelisahan ideologis dan ekonomi di balik aksi terorisme yang masing-masing disajikan dalam nada yang lengkap dan beragam, mulai dari satir, dramatis hingga humor.

Namun, di manapun Anda berada dan berasal, jika Anda merasakan kedekatan atau berempati dengan cerita-cerita dalam kumcer ini, saya yakin itu karena segenap masalah yang ada juga dekat dengan keseharian Anda, dan bukan hanya masalah Jakarta atau orang Jakarta.

Karena itulah masalah anak bangsa dan bangsa ini, masalah Indonesia dan warganegaranya. Yakni masalah kita, sebagai anak bangsa dan umat manusia, yang setiap hari berkutat dengan racikan masalah yang lengkap dan beragam. Seperti makanan khas Jakarta, gado-gado, yang juga makanan favorit saya.
Semoga Anda menikmatinya!

Tanjung Barat, 1 Desember 2011
Nursalam AR



Endorsment


“Speechless membacanya.“
(Jonru, CEO Writers Academy, blogger dan trainer kepenulisan)

“Salut untuk Nursalam. Cerita-cerita yang dipaparkan seolah nyata dan segar, seperti mengikuti kisah pengalaman hidup seseorang. Beliau bertutur dengan jujur dan lancar. Kepiawaiannya meracik kalimat menjadikan cerita-cerita ini sangat menarik dan tidak membosankan Meskipun bukan penikmat cerita pendek, ternyata saya sangat menikmatinya. Sungguh memukau.”
(Romodon Bekti, manajer dan konsultan social media)

”Membaca Kumpulan Cerpen “Dongeng Kampung Kecil” ini, membuat  perasaan saya teraduk-aduk. Terharu, iba, prihatin atas kondisi yang memang terjadi di Jakarta.  Buku Kumcer yang memuat 15 cerpen di dalamnya ini menceritakan tentang hiruk-pikuk Ibukota dan permasalahan para masyarakat-nya. Kebaikan dan ketulusan menjadi sifat yang mahal dan jarang didapatkan, karena  mereka pun sibuknya dengan permasalahan mereka sendiri. Walau masih ada beberapa masyarakat yang masih memegang prinsip untuk tetap di jalan yang benar. Buku ini benar-benar membuat saya jadi melihat kehidupan lain yang belum saya lihat. Buku Kumpulan cerpen ini sarat makna yang terkandung di dalam semua cerpennya, dan banyak pelajaran yang didapatkan. Menyampaikan dengan sederhana sehingga mudah dicerna, tapi sangat berisi.”
(Syukriah, pegawai swasta di sebuah perusahaan pertambangan)


Buku ini merupakan salah satu pemenang sayembara penerbitan buku yang diadakan oleh penerbit Halaman Moeka.

Untuk pemesanan, silakan kunjungi Toko Buku Online HalamanMoeka.Com!
Atau bisa melalui email halamanmoeka@gmail.com

0 komentar: