Minggu, 10 Juni 2012

Cetak Ulang: Hanya Satu (Jalan Keluar) - Abu Afta - Jasa Penerbitan Buku HM Publishing

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang diakui di sisi-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan ke hadirat junjungan Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Wa ba‘du.

Fakta memperlihatkan bahwa kemunduran Islam saat ini lebih disebabkan oleh penganutnya sendiri. Kecenderungan mencari jalan lain dan meninggalkan Islam sebagai tuntunan telah terjadi di mana-mana. Minimnya pengetahuan tentang Islam adalah faktor paling berpengaruh yang menjadikan orang-orang mulai meninggalkan Islam; jumlahnya seolah-olah bukan berkurang, tetapi malah terus bertambah. Keminiman tersebut disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

Hilangnya Ulama Panutan
Ulama Islam yang murni dengan dakwah sudah mulai hilang. Banyaknya bendera yang berbeda tujuan menjadikan dakwah tidak maksimal dalam mencapai tujuan. Sentuhan-sentuhan yang kurang mengena menjadikan kaum muslim makin terpuruk pada posisi yang kian tidak memahami Islam.

Dakwah yang Monoton
Zaman yang terus berkembang merupakan tuntutan bagi ulama untuk ikut mengembangkan pola dakwah mereka. Dakwah yang monoton akan menjadikan Islam terkesan kuno dan tertinggal dalam pandangan penganutnya.
Ulama juga harus mampu mengembangkan keilmuan mereka demi kesesuaian tuntutan dengan cara menampilkan aspek-aspek kelebihan Islam dan apa yang Islam tawarkan untuk mencapai kebahagiaan hidup.

Pola hidup, sistem kerja, dan kinerja serta gaya dalam pergaulan saat ini lebih didominasi oleh orang-orang Barat. Hal ini terjadi karena ulama belum mampu memberi solusi untuk umat Islam.

Islam adalah kajian yang tidak pernah berhenti seiring zaman yang kian maju. Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah, yang tentunya akan tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Maka jika Islam terpuruk saat ini, itu pastilah karena ulama belum mampu mengkaji misteri-misteri di balik ajaran Islam.

Kaum muslim yang lemah kadar imannya lebih banyak berasal dari kalangan yang kurang mampu, baik dalam ekonomi maupun keilmuan. Dan kenyataan ini jarang disadari ulama hingga akhirnya media dakwah terutama buku selalu mengenyampingkan kaum arus bawah, dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak sederhana.

Hal tersebut mengingatkan saya akan nasib anak-anak saya di masa depan. Maka dengan buku ini saya ingin menggugah hati mereka agar tetap bertahan pada ajaran Islam mulai dari sekarang dan sampai kapan pun.

Bahasa yang sederhana sengaja saya sajikan guna memudahkan pemahaman bagi arus bawah. Sebab Islam bukan hanya bagi mereka yang mampu ekonominya, melainkan untuk sekalian alam.

Aula, Afta, dan Ayya, dan seluruh pemuda-pemudi Islam, ini hadiah untuk kalian semua! Semoga Islam semakin maju di masa mendatang dan diterima oleh penganutnya dengan pemahaman yang lebih baik.


Tebing Tinggi, 7 Juni 2011
Penulis,

Abu Afta

0 komentar: