Sabtu, 29 September 2012

Uun Yusufa - Mukjizat Angka dlm Al-Quran - Penerbitan buku Indie Print on Demand


Buku ini merupakan potret kajian rumus-rumus bilangan/angka yang dianggap sebagai salah satu bentuk atau segi kemukjizatan al-Qur’an, sekaligus memberikan penilaian kritis terhadap diskursus tersebut, sehingga bukti-bukti penunjuk mukjizat angka-angka tersebut terverifikasi secara ilmiah, sesuai dengan basis keilmuannya. Oleh karena itu, pembahasan dalam buku ini meliputi perkembangan diskursus rumus-rumus angka sebagai bentuk i‘jāz ‘adadī dalam al-Qur’an; metode dan pendekatan yang digunakan dalam perhitungan rumus-rumus angka beserta aplikasinya; dan penilaian atau kritikan yang dapat ditujukan terhadap diskursus tersebut. Kajian i‘jāz ‘adadī tersebut dibatasi dalam hal rumus-rumus bilangan yang diperoleh atau dinisbatkan kepada al-Qur’an yang dianggap mendominasi susunannya.

Perkembangan diskursus rumus-rumus angka, sebagai bentuk i‘jāz ‘adadī dalam al-Qur’an, merupakan tindak lanjutan dari pengembangan wacana mukjizat al-Qur’an yang berawal dari segi kebahasaan Arab dan berlanjut pada segi-segi yang lain, termasuk i‘jāz ‘adadī. Diskursus ini juga berhubungan dengan tradisi penghitungan terhadap teks al-Qur’an (surat, ayat, kata, dan huruf) yang awalnya belum dikaitkan dengan konteks i‘jāz. Selain itu, penafsiran terhadap huruf-huruf inisial (muqaththa‘ah) juga mempunyai hubungan yang lebih kuat, terutama dengan model penafsiran yang menyatakan bahwa huruf-huruf tersebut mempunyai keterkaitan makna dengan surat yang diawalinya.

Rashad Khalifa mengawali penelitian rumus angka 19 dengan penelitian terhadap huruf inisial tersebut, dan selanjutnya membuktikan adanya rumus angka tersebut dengan berbagai fakta dan perhitungan terhadap huruf-huruf hijā’iyyah yang nyata, kata-kata tertentu, ayat dan surat dalam mushaf al-Qur’an. ‘Abd Razzāq Nawfal membuktikan adanya keseimbangan redaksi al-Qur’an dengan menghitung kata-kata tertentu yang memiliki keserupaan atau keterkaitan makna. Abū Zahrā’ al-Najdī membuktikan kesesuaian antara jumlah redaksi al-Qur’an terhadap realitas dengan menghitung kata-kata tertentu. Sementara itu, Rosman Lubis membuktikan penemuan angka 11 dalam al-Qur’an dengan menghitung huruf-huruf, ayat dan surat dalam al-Qur’an, serta menggunakan nilai numerik dan pemampatan. Jika dilihat dari objeknya, perhitungan dalam diskursus ini diarahkan pada huruf, kata, ayat dan surat, yang juga dikaitkan dengan nilai numerik dan nomor urutnya. Sementara, dalam metode dan pendekatannya digunakan perhitungan matematis dan pendekatan ‘ulūm al-Qur’ān, bahasa Arab, numerologi, gematria, dan pengetahuan atau realitas tertentu.

Dari penelitian terhadap diskursus i‘jāz ‘adadī, disimpulkan bahwa belum ada rumus angka yang dominan, berlaku untuk seluruh dan sebagian al-Qur’an. Umumnya, rumus tersebut hanya berlaku untuk bagian-bagian tertentu atau keseluruhan al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan masih kurang kuat dan konsisten, serta masih debatable di berbagai kalangan. Selain itu, terdapat pertanyaan mendasar tentang eksistensi diskursus i‘jāz ‘adadī, sebagai murni dari ajaran Islam dalam pembuktian mukjizat al-Qur’an yang abadi; atau melanjutkan dan penerapan tradisi pengikut agama terdahulu atau tradisi perhitungan yang lain terhadap al-Qur’an. Tradisi numerologi dan gematria banyak dikembangkan oleh pengikut Yahudi terhadap Tawrah. Sementara, penelitian i‘jāz ‘adadī menunjukkan kesamaan teknik dengan tradisi tersebut.

Buku yang bermula dari tesis penulis berjudul I‘JĀZ ‘ADADĪ LI AL-QUR’ĀN: STUDI KRITIS DISKURSUS RUMUS ANGKA DALAM AL-QUR’AN ini dapat tersusun atas partisipasi, bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada para guru dan dosen selama penulis belajar, keluarga, pimpinan tempat penulis mengabdi, kolega, dan sebagainya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Semoga Allah berkenan membalas amal kebajikan mereka dengan sesuatu yang layak dan lebih baik. Penulis senantiasa memohon kepada-Nya agar buku ini bermanfaat bagi pengembangan tradisi kajian Islam dan ‘ulūm al-Qur’ān, khususnya kajian i‘jāz. Allāhumma āmīn.


Mangli,  September 2012
Penulis,


Uun Yusufa, M.A.


Pupular Posts:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal


0 komentar: