Minggu, 17 Juli 2016

Muh. Ikhsan: Infaq, Shalat Berjamaah ...

Segala puji bagi Allah Swt. Tuhan seruh sekalian alam,
Tuhan seluruh makhluk, Tuhan yang wajib disembah oleh
siapapun. Yang memberikan sekaligus membatasi rezeki
kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Seiring dengan itu,
shalawat dan salam selalu kita sampai kepada junjungan kita
Nabi Muhammad Saw. semoga Allah Swt. menempatkannya
pada tempat yang terpuji lagi mulia. Dan semoga dengan
shalawat dan salam yang selalu kita sampaikan kepada Beliau
dapat menjadi jembatan terbetiknya syafaat kelak di hari
kemudian. Amin.
Berlomba untuk meraih pahala merupakan cirikhas
kehidupan para sahabat. Abu Dzar Al-Ghifari ra. Meriwayat
hadits Rasulullah, sebagai berikut:
Dari Abû Dzar: Sesungguhnya sebagian dari para sahabat
berkata kepada Nabi : “Wahai Rasûlullâh, orang-orang kaya
lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat
sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami
berpuasa, dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta
mereka”. Nabi bersabda: “Bukankah Allâh telah menjadikan
bagi kamu sesuatu untuk bershadaqah? Sesungguhnya
tiap-tiap tasbih adalah shadaqah, tiap-tiap tahmid adalah
shadaqah, tiap-tiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada
kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah
shadaqah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu
(dengan istrinya) adalah shadaqah“. Mereka bertanya:
“Wahai Rasûlullâh, apakah (jika) salah seorang di antara kami
memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah
menjawab: “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi
syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika
ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat
pahala”. (HR Muslim).
Bahwa tulisan yang berjudul Infaq, Shalat Berjamaah,
Bangsaku, Jagalah ….. disadur dari konsep pendidikan dan
latihan yang berjudul “Pengaruh Pendidikan dan Latihan

Berinfaq yang terintegrasi pelaksanaannya dengan Shalat
Berjamaah di Masjid terhadap usaha memakmurkan masjid,
revolusi mental, pengentasan kemiskinan, pemberantasan
ajaran sesat menyesatkan, penyakit-penyakit social masyarakat
untuk meraih kesejahteraan hidup yang lebih berkualitas” ini
semoga dapat menjadi acuan dalam rangka mengamalkan
nilai-nilai ajaran Islam terutama yang berkenaan dengan shalat
berjamaah dan infaq. Sebab berdasarkan keterangan al-Qur’an
maupun Hadits bahwa melaksanakan shalat berjamaah dan
infaq yang dikeluarkan pasti mendapat ganjaran, tidak hanya di
dunia ini tetapi terlebih lagi di hari kemudian. Bahwa berinfaq
itu tidak hanya untuk orang – orang yang berkecukupan, tetapi
juga untuk semua orang yang ingin memperbaiki diri dan
kehidupannya ke tarap yang lebih maju dan beradab.
Bahwa dalam tulisan ini juga, penulis membangun satu
pola tertentu yang tidak sulit dilakukan oleh siapapun. Pola
tersebut diuraikan secara rinci pada bagian “Pendidikan dan
latihan berinfaq,”. Meskipun sebenarnya bahwa infaq itu
dikeluarkan oleh siapa saja, dimana dan kapan saja tanpa perlu
pola tertentu. Tetapi dalam tulisan ini, justeru hal itu menjadi
persyaratan yang harus dilakukan. Mengapa demikian? Sebab
berdasarkan pengalaman penulis, bahwa berinfaq dengan
pola tertentu tersebut justru banyak hal yang dijumpai seperti
termuat pada bagian tantangan dan masa transisi.
Bahwa apa yang selama ini kita lakukan ternyata masih
lebih banyak kelirunya dari pada benarnya. Diketahui juga
bahwa sesungguhnya kita manusia benar-benar tidak mengenal

adanya kepuasan. Iman tergadai hanya karena sejumlah harta
yang sedikit.
Pada hari pertama sekali dalam proses latihan berinfaq
yang menggunakan perhitungan sebagaimana penulis
maksudkan sebagai pola tertentu, kesan atau kalimat atau
pernyataan pertama yang muncul pada saat itu adalah gejolak
ketidakpercayaan atas dasar perhitungan infaq yang diketahui
perolehan nilainya sangat besar jauh melampaui dari sejumlah
infaq yang dikeluarkan. Tetapi nilai-nilai dari perhitungan itu
tidak nyata. Kita menyebut tidak nyata karena perhitungan
infaq yang dikeluarkan tersebut hanya dalam bentuk angkaangka.
Hal inilah kemudian penulis sebut sebagai pertarungan
keimanan, sekaligus menjadi ukuran kadar keimanan kita
kepada Allah Swt. segera setelah itu, apabila melewati fase
ini, maka variable lain yang akan muncul seperti “takut
kehabisan uang, takut jatuh miskin”.
Selanjutnya, bahwa tulisan ini dibuat dalam bentuk
sederhana dengan bahasa yang sederhana. Hal ini dilakukan
agar yang membacanya dapat dengan mudah memahami isi
dan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, tulisan ini
cocok dibaca oleh siapa saja.
Terima kasih penulis sampaikan kepada Penerbit yang
telah bersedia menerbitkan buku kecil ini sehingga dapat
tersebar hingga akhirnya sampai ke tangan pembaca.
Kemudian, terima kasih yang tak terhingga penulis
sampaikan kepada kedua orang tua penulis Ibrahim dan Sitti

Hasanah, berkat jerih payah mereka berdua, memelihara,
membesarkan, dan menyekolahkan penulis sehingga
mengetahui secercah kebenaran. Ucapan terimakasih sebagai
tanda bakti penulis kepada kedua orang tua penulis, meskipun
sesungguhnya ucapan itu tidaklah cukup, tetapi itulah yang
mampu penulis lakukan. Semoga Allah Swt senantiasa
memeliharanya, menjaganya, melindunginya, merahmatinya
dengan mencukupi kebutuhan hidupnya, memberinya
kesehatan prima jauh melebihi dari apa yang mereka berdua
lakukan terhadap penulis. Amin yaa rabbanaa.
Demikian pula, terima kasih penulis sampaikan kepada
adik-adik penulis, baik yang masih hidup maupun yang telah
lebih dulu dipanggil oleh Allah Swt. berkat mereka semua,
penulis menjadi sadar bahwa persaudaraan itu sungguh
sangat tak ternilai harganya. Penyambung kasih sayang dan
jalan untuk memperpanjang umur. Kepada adik penulis yang
telah lebih dulu berpulang kerahmatullah, penulis kirimkan
al-Fatihah dan yang masih hidup, penulis berpesan bahwa
teruslah berjuang demi mencapai keselamatan hidup dunia
dan akhirat.
Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan
kepada istri saya tercinta, Sitti Raodah, S.Pd. yang senantiasa
setia menemani penulis dalam suka maupun duka, susah
maupun senang. Semoga Allah Swt melapangkan rezekinya,
memeliharanya sehingga menjadi isteri yang shalehah.
Khusus kepada anak saya Saadillah Yusuf Al-Ghifari, bahwa

tidak ada materi yang Bapak dapat berikan selain buku
kecil ini dan mudah-mudahan menjadi pegangan hidup kita
dalam mengarungi kehidupan ini bersama. Menjadi jembatan
terkuaknya rahasia infaq yang terpadu dengan pelaksanaan
ajaran agama yang lain terutama shalat berjamaah di masjid.
Mesjid menjadi makmur, umat pun menjadi kaya; kaya iman,
ilmu dan harta.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh
handai tolan, sahabat, teman-teman yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu di sini atas masukan dan saran yang
membangun sehingga tulisan ini dapat terselesaikan dengan
baik.
Bahwa penulis telah berusaha sesuai kemampuan yang
ada untuk menyusun buku kecil ini, namun tetap saja masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh kerena itu, untuk mendekati
kempurnaan, maka kritik dan saran yang membangun kepada
semua pihak sangat diharapkan.
Semoga Allah Swt senantiasa meridhai usaha kita
semua. Amin.

Penulis


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

0 komentar: