Minggu, 17 Juli 2016

Novel karya Novia Rizanty: Istri Kedua

Prolog

Hari Kamis malam, Viera, wanita cantik berusia 31 tahun, pengusaha butik dan salon,terlihat sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah jamuan bisnis.
"Nyonya, tolong lapor polisi! Di dalam mikrolet itu sepertinya sedang terjadi kejahatan, Nya. Saya kasihan sama cewek yang ada di dalam. Tadi saya lihatdiadipegang-pegang dua premanitu, terus dia marah dan ingin turun. Sekarang mulutnya malah dibekap dan kedua tangannya dikunci oleh salah seorang preman itu. Preman yang satunya sedang berbicara dengan supir, kayanya mereka sekongkol deh, Nya."Arif, supir Viera, menerangkan kejadian di dalam mikrolet yang baru saja disaksikannya.
"Kamu yakin, Rif?" tanya Viera. Ia yang tadinya sibuk dengan iphonenya akhirnya menajamkan penglihatannya ke arah depan.
"Iya Nya, tuh lihat, gadis itumeronta-ronta,"tunjuk Arif yakin.
"Ok, kamu ikutin terus Rif!Saya mau hubungi Mas Rangga,"titah Viera kepada Arif. Rangga adalah kakak sepupu Viera yang merupakan petinggi di Polda.
Viera : Halo, Mas Rangga, kalau Vie mau melaporkan kejahatan yang lagi berlangsung teleponnya kemana ya?
Rangga:Hah?Kamu kenapa Vie? Kasih tahuaja dimana, nanti Mas suruh anak buah Mas kesana.
Viera : Bukan Vie Mas, ini di depan mobil Vie, ada cewek di dalam mikrolet kayanya mau dilecehin. Mobil Viengikutin mikrolet itu dari belakang
Rangga: Ok Vie, di iphone kamu ada GPSnya kan?
Viera : Iya ada Mas
Rangga: Dihidupkan aja terus ya Vie, bantuan segera datang. Kamu hati-hati, jangan bertindak sendiri.
Viera : Iya Mas, terima kasih ya.
Rangga: Sama-sama Vie.
Dua puluh menit kemudian polisi mengepung mikrolet itu untuk menghentikan aksi kejahatan di dalamnya.
Dari dalam mobilnya Viera bisa melihat seorang gadis yang gemetar ketakutan, keluar dari mikrolet itu dibimbing oleh seorang polisi. Di belakang gadis itu polisi memegangi dua orang preman berbadan besar dengan tubuh penuh tato dan seorang lelaki yang merupakan supir mikrolet itu.
Viera turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.
"Kamu nggak apa-apa, Dek? Apa mereka sempat melecehkan kamu?"tanya Viera, sambil memperhatikan tubuh mungil di depannya. Wajah gadis ini sangat cantik walau tanpa dipolesmake up.
"Alhamdulillah, Allah masih menolong saya. Saya diberitahu Pak polisi, kalau Ibu yang melaporkan kepada mereka. Saya mau berterima kasih kepada Ibu. Saya nggak tahu bagaimana nasib saya kalau nggak ada Ibu. Semoga Allah membalas kebaikan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda. Saya sangat berhutang budi pada Ibu," tutur gadis itu dengan suara gemetar.
"Aamiin. Oya nama kamu siapa Dek?" tanya Viera lagi.
"Nama saya Elena Bu," jawab gadis itu.
"Elena, nama saya Viera, panggil aja Mbak Vie. Kalau ibu, saya jadi merasa setua ibu kamu," kekeh Viera.
Elena ikut tersenyum, "baiklah Bu, eh Mbak Vie. Terima kasih banyak ya Mbak."
Sejak peristiwa itu Viera mengajak Elena bekerja di butiknya sebagai staf keuangan dan tinggal di rumahnya. Elena juga merangkap sebagai asisten dan orang kepercayaan Viera.

Dapatkn bukunya melalui: novi_mandiri@yahoo.com


Info lainnya:
  1. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  2. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  3. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  4. Jasa penyuntingan/editing naskah
  5. Jasa tata letak/layout naskah
  6. Jasa desain sampul/cover buku
  7. Jasa ilustrasi buku
  8. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  9. Cetak buku massal
  10. Jasa Penulisan Biografi 

0 komentar: