Senin, 16 Januari 2017

Penafsiran Hukum Hakim Konstitusi (Studi terhadap Pengujian Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air) - Dr. Isharyanto, S.H., M.H. & Aryoko Abdurrachman, S.H.

Penafsiran merupakan kegiatan penting dalam hukum dan ilmu hukum. Penafsiran merupakan metode untuk memahami makna yang terkandung di dalam teks-teks hukum untuk dipakai menyelesaikan kasus-kasus atau mengambil keputusan atas hal-hal yang dihadapi secara konkret.  Dalam praktik, tidak ada hukum atau undang-undang yang lengkap selengkap-lengkapnyanya atau jelas dengan sejelas-jelasnya. Karena fungsi hukum adalah untuk melindungi kepentingan manusia dengan mengatur seluruh kegiatan manusia. Sedangkan kepentingan manusia itu tidak terhitung jumlah dan jenisnya, dan terus menerus berkembang sepanjang masa. Oleh karena itu kalau undang-undangnya tidak jelas atau tidak lengkap harus dijelaskan atau dilengkapi dengan menemukan hukumnya.

Buku ini menjelaskan dan menguraikan penafsiran hukum oleh Mahkamah Konstitusi dalam kerangka pengujian Undang-Undang Sumber Daya Air. Ditinjau dari segi hukum tata negara, penafsiran tersebut merupakan judicial interpretation (penafsiran oleh hakim), yang  juga dapat berfungsi sebagai metode perubahan konstitusi dalam arti menambah, mengurangi, atau memperbaiki makna yang terdapat dalam suatu teks Undang Undang.

Buku ini penting dibaca oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum, praktisi pemerintahan, pegiat advokasi hak asasi, birokrat, serta politisi guna mempertajam pemahaman mengenai fungsi dan kedudukan Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.


0 komentar: