Minggu, 21 Januari 2018

Cerita Anak: Anak Pemulung Bisa Sekolah by Hany Hafiar


  1. Ani ingin sekali bersekolah.
  2. Tapi, bagaimana mungkin Ani bersekolah? Ani, kan, harus membantu Emak dan Bapak mencari barang bekas di tempat pembuangan sampah.
  3. Kata Bapak, biaya sekolah itu mahal. Makanya Emak mengatakan bahwa sekarang sebaiknya Ani membantu Bapak dan Emak mencari uang untuk membeli buku dan seragam. 
  4. “Eh, ada Ammar dan teman-temannya sedang berangkat ke sekolah,” kata Ani dalam hati saat melihat teman-teman sebayanya pada berseragam sekolah. “Wah, kapan aku bisa bersekolah seperti mereka, ya?”
  5. “Hai, anak manis ... sedang apa di sini?” sapa Ibu Guru tiba-tiba. “Kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?”
  6. “Namanya Ani, Bu Guru,” kata Ammar kepada Ibu Guru. “Ia teman saya. Ia ingin sekali bersekolah, tetapi ia harus membantu bapak dan emaknya bekerja.”
  7. “Iya, Bu ... saya ingin sekali bersekolah, tapi kata Bapak, biaya sekolah itu mahal. Makanya saya harus membantu Bapak dan Emak mencari uang supaya bisa membeli buku dan seragam,” kata Ani.
  8. “Oya? Di mana rumahmu, Nak? Ibu ingin bertemu dengan orang tuamu,” kata Ibu Guru sambil mengelus kepala Ani.
  9. “Bapak, Ibu ... sebaiknya anak seusia Ani itu bersekolah agar mendapatkan pendidikan,” kata Ibu Guru saat berkunjung ke rumah Ani.
  10. “Saya juga sangat menginginkan hal itu, Bu Guru. Akan tetapi, untuk bersekolah itu butuh biaya yang banyak, sementara penghasilan kami sebagai pemulung sangatlah sedikit,” kata Bapak menjelaskan.
  11. “Iya, Bu Guru ... penghasilan kami hanya cukup untuk makan sehari-hari,” kata Emak menambahkan. “Kami tidak mampu membeli seragam, buku, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya untuk Ani.”
  12. “Bapak, Ibu ... saat ini ada program pemerintah yang menggratiskan biaya pendidikan sekolah dasar, bahkan memberikan pula bantuan berupa peralatan belajar,” kata Ibu Guru. “Bapak dan Ibu bisa mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai informasi tersebut di sekolah.”
  13. Bapak dan Emak pun mendatangi sekolah untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap. Waahh, betapa senangnya jika Ani juga bisa belajar dan bermain bersama teman-temannya di sekolah.
  14. “Ani, sekarang kamu bisa bersekolah seperti teman-temanmu,” kata Bapak kepada Ani. “Kamu harus belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh, ya. Jangan lupa untuk tetap membantu Emak menjaga adik sepulang sekolah.”
  15. Tentu saja Ani terkejut mendengar ucapan Bapak. Betapa bahagia perasaan hatinya saat itu sampai-sampai ia menangis tersedu-sedu sambil memeluk Emak dan Bapak.
  16. “Emak, Bapak ... terima kasih. Akhirnya Ani bisa bersekolah,” kata Ani dengar air mata di pipinya. “Ani berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tetap membantu Emak di rumah.”
  17. “Hore ...! Ani bersekolah bersama kita!” terika teman-teman Ani ketika mereka melihat Ani datang ke sekolah dengan pakaian seragamnya. “Hore ...! Hore ...! Alhamdulillah!”
  18. Kini, Ani sudah bersekolah dan mengikuti pelajaran bersama teman-temannya. Ia sangat rajin dan tekun belajar karena ia menyadari bahwa bersekolah adalah suatu kebaikan yang harus disyukuri.
  19. Di rumah, Ani tetap giat menjaga dan mengasuh adiknya dengan baik. Ia juga membantu Emak membereskan rumah dan membantu Bapak memilih barang-barang bekas untuk dijual. 
  20. Teman-teman, doakan Ani untuk bisa menggapai cita-citanya, ya ...




Penulis I: Dr. H. Hanny Hafiar, S.Sos, M.Si, pengajar pada Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Karya ini merupakan cergam ke-5 yang ditulis olehnya sebagai peneliti yang memiliki ketertarikan terhadap bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan bagi anak usia dini.

Penulis II: Priyo Subekti, S.Sos, M.Si, pengajar pada Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Telah mempublikasikan 2 buah buku, yaitu Teori dan Praktik Penelusuran Informasi, sebagai penulis ke-2, dan Perpustakaan dan Penghidupan Orang Pinggiran, sebagai penulis ke-3. Selain mengajar, ia aktif pula melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis III: Dr. Lukiati Komala, M.Si, pengajar pada Program Studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Penulis buku Komunikasi Massa dan peneliti di bidang kehumasan ini terlibat aktif dalam Organisasi Perhumas dan ISKI.


Popular Posts:
  1. Cetak buku tahunan, company profile, buku kenangan, buku anak full colour, dll dengan harga hemat.
  2. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  3. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  4. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  5. Jasa penyuntingan/editing naskah
  6. Jasa tata letak/layout naskah
  7. Jasa desain sampul/cover buku
  8. Jasa ilustrasi buku
  9. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  10. Cetak buku massal

0 komentar: