Rabu, 31 Januari 2018

INSPIRASI PERADABAN GENERASI QUR’ANI: Titik Suswati Maslih

Alhamdulillahirabbil‘alamin. Segala puji hanya milik Allah, kami senantiasa memuji, memohon pertolongan dan ampun kepada-Nya. Dan kami memohon perlindungan kepada Allah dari macam kejahatan dan hawa nafsu dan segala keburukan amal perbuatan kami. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarganya, sahabat, dan orang-orang yang senantiasa tetap istiqomah mengikuti risalah beliau hingga akhir zaman.

Kepada ibu tercinta Niswatun dan ayah handa tercinta Maslih yang telah tiada, kami hanya bisa ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingannya, yang telah mengarahkan nanda menjadi perempuan yang optimis dan semoga selalu istiqomah di jalan-Nya. Doa kami semoga dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa-dosanya dan husnul khotimah serta dikumpulkannya bersama orang-orang yang Allah cintai, hingga kelak kita  bisa berkumpul bersama-sama di surga-Nya.

Penulis menyampaikan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya dan perhargaan yang setinggi-tingginya, disela-sela rutinitasnya tetap meluangkan untuk memberikan petujuk, dorongan, saran dan arahan untuk  bisa menyelesaikan tulisan di buku ini, buat pengelola SP (Sekolah Perempuan), bunda Indari Mastuti, bunda Ida Fauziah, bunda Yulie Nova dan terutama kepada kepala sekolah dan juga mentor kami bunda Anna Faridah yang selalu membimbing penuh kesabaran dan melangitnya kebaikannya kepada kita, dan kepada ketua umum Sastra Kalimantan ustadz Amien Wangsitalaja sekeluarga yang telah membantu menyemangati dan membimbing. Para Murobby tercinta Ibu Erny Makmur, Ibu Purwinahyu yang selalu memberikan ilmu dan mendorong akan semangat menggebu untuk menyelesaikan buku ini.Semoga Allah memberikan balasan setimpal dengan berlipatnya pahala dan dimudahkannya jalan menuju surga-Nya. Aamiin ya Robbal Alamin.

Pembaca, kami bersyukur dapat menghadirkan buku ke tengah-tengah Anda. Yang berjudul “Inspirasi Peradaban Generasi Qur’ani”. Sesungguhnya masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur, paling panjang, dan paling dominan bagi orangtua sebagai murobbi (pendidik) untuk menanamkan norma-norma yang mapan dan arahan yang bersih ke dalam jiwa dan sepak terjang anak-anak kita. Berbagai kesempatan terbuka lebar untuk sang orangtua atau sang murobbi dan semua potensi tersedia secara berlimpah dan fase ini dengan adanya fitrah yang bersih, masa kanak-kanak yang masih lugu, kepolosan yang begitu jernih, kelembutan dan kelenturan jasmaninya, qalbu yang masih belum tercemari, dan jiwa yang masih belum terkontaminasi.

Diantara fungsi besar dalam keluarga adalah edukatif (Tarbiyah). Dari keluarga inilah segala sesuatu tentang pendidikan bermula. Apabila salah dalam pendidikan awalnya, peluang untuk terjadi berbagai distorsi pada diri anak demikian tinggi. Demikian pula sebaliknya. Di sini kita akan menggunakan kata tarbiyah (mendidik), sebagai makna pendidikan atau pembinaan.

Orangtua berkewajiban memelihara anak-anaknya dengan cara mendidik, membersihkan pekerti, dan mengajarinya akhlaq-akhlaq yang mulia, serta menghindarkannya dari teman-temannya yang berpekerti buruk. Manakala menginjak usia dewasa, maka sang ayah harus meningkatkan pengawasan terhadapnya dengan baik. Hal itu ditandai dengan munculnya anak punya rasa malu. Pada usia itu anak mulai bisa membedakan mana yang buruk dan mana yang baik baginya. Dengan itu, sang anak merasakan malu untuk melakukan beberapa hal  tertentu dan tidak malu untuk melakukan hal lainya. Sikap merupakan anugrah dari Allah yang diberikan kepadanya.

Langkah yang harus diperhatikan dan dijaga sebaik-baiknya, karena sesungguhnya seorang anak secara fitrah diciptakan dalam keadaan siap untuk menerima kebaikan atau keburukan. Tiada lain hanya kedua orangtuanyalah yang membuatnya cenderung pada salah satu di antara keduanya, sehubungan dengan hal itu Rasulullah perna bersabda yang artinya:
“Setiap anak itu dilahirkan menurut fitrahnya, maka hanya kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, seorang Nasrani, atau seorang Majusi.” (HR. Buhakhri).


Semoga buku ini bisa menghatarkan anak-anak kita menuju kesholih/an, mendalami ayat-ayat-Nya serta menghafalkanya. Hingga kelak mengantarkan anak sukses dunia akhirat.

Jazakumullah khoiran kastira


Popular Posts:
  1. Cetak buku tahunan, company profile, buku kenangan, buku anak full colour, dll dengan harga hemat.
  2. Penerbitan buku indie/menerbitan buku sendiri dengan memakai jasa Self Publishing Service Halaman Moeka Publishing: Murah dan Mudah!
  3. Menerbitkan buku indie dengan cepat, bahkan ekspres!
  4. Menerbitkan buku indie dengan bebas biaya pracetak (layout, desain cover, ISBN)
  5. Jasa penyuntingan/editing naskah
  6. Jasa tata letak/layout naskah
  7. Jasa desain sampul/cover buku
  8. Jasa ilustrasi buku
  9. Cetak buku satuan/print on demand (POD)
  10. Cetak buku massal


0 komentar: