Senin, 29 Oktober 2018

Gara-gara bakwan: Kumpulan Cerpen Anti Baperrr! - Siska Eka Syafitri

“Saya teguh percaya bahwa tulisan adalah usaha terbaik untuk memahkotai keyakinan dengan amal berjuta kebaikan.
Tulisan takkan lapuk oleh waktu. Terus terang tulisan adinda ini sungguh penting dinikmati.”
- Ustadz Surianda Lubis, Trainer dan Motivator Cinta –


Ehemm, kucoba cari tahu lagi tentang abang itu. “Mus, kenal gak dengan abang yang jenggotan pakai tas ransel warna biru, terus sering beli bakwan di kantin,” jelasku detil. “Kalau jenggotan dan pakai ransel biru kenal sih, Nun. Tapi kalau sering beli bakwan??,” jidat muslimah agak berkerut. Spontan kusambung penuh semangat, “Ya! yang itu maksudnya!.” Muslimah terlihat agak menarik nafas panjang, “Oh, itu Ikhwan UKMI.” Baru deh aku tahu kalau namanya ternyata Ikhwan. Ehemm..

Sambil memainkan pensil yang seolah antara mau dan tak mau mengerjakan tugas pragmatik dari Pak Poltak yang lumayan galak. Kuputuskan untuk, memilih melamun dulu, mana tau dapat inspirasi. Tiba – tiba saat daun – daun pohon saga di depanku berguguran alias rontok, bang Ikhwan lewat sambil mendayung sepeda Ontelnya. Wuih! Lengkaplah lamunanku pagi ini, fikirku. Bakwan yang baru saja kugigitpun, langsung kutelan tanpa dikunyah. “Bang Ikhwan!!”, Jeritku dalam hati, “Ayo makan bakwan bareng!”



0 komentar: